TREND IMBALAN KERJA 2019

KOMPAS 100 

DANA PENSIUN sebagai sumber pendanaan jangka panjang

Studi ini kami lakukan dilatarbelakangi oleh beberapa fakta yang kami temukan di Indonesia.

Berdasarkan data finansial emiten Kompas 100 per 31 Desember 2018, studi ini akan menunjukkan trend manfaat imbalan kerja diantara emiten Kompas 100, tingkat pertumbuhan beban dan implikasi risikonya, hambatan dan rencana yang dilakukan para emiten dan stakeholder beserta rekomendasi.

 

Studi ini dilakukan secara independen oleh Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI yang berpengalaman dan telah melakukan praktek konsultasi di bidang imbalan kerja dan asuransi selama 15 tahun terakhir, dengan misi meningkatkan tata kelola yang baik atas penyelenggara program pensiun sehingga memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan dan karyawan.

kompas100cover.png

hasil studi

Tren imbalan kerja emiten kompas 100

Kewajiban imbalan pensiun menjadi komponen utama dari kewajiban imbalan kerja. Sebesar Rp. 62 triliun belum didanai dan hanya dicatat dalam neraca perusahaan sebagai hutang jangka panjang kepada karyawan.

 

Imbalan jangka panjang lainnya merupakan imbalan yang dibayarkan pada saat karyawan masih bekerja misalnya penghargaan atas pengabdian masa kerja pada kelipatan tahun tertentu menerima uang penghargaan atau barang berupa perhiasan emas. Penyesuaian beban atas imbalan jangka panjang lainnya,  akibat dari perubahan asumsi dan pengalaman, diakui secara sekaligus setiap tahun.

Beban imbalan kesehatan pensiun relatif kecil karena tingkat pendanaan lebih tinggi, sehingga beban bunga kewajiban dikurangi oleh hasil investasi aset program.

 

Jika dibandingkan dengan total dana kelolaan industri DPLK saat ini sebesar Rp. 88 Triliun, banyak perusahaan masih merasa ragu atas kapasitas tata kelola investasi DPLK dan kinerja investasi DPLK yang selama ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan DPPK.

 

DPLK perlu berperan lebih aktif dalam proses tata kelola investasi dengan mengingatkan klien dan calon klien mereka akan pentingnya peran komite pensiun dalam meningkatkan hasil investasi.

© 2020 by Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan