• kkagd

Apa sih ujungnya cadangan pensiun bagi perusahaan?

Seorang teman mengirimkan tautan motivational speech seorang pemilik bisnis jaringan MLM. Satu pertanyaannya yang menggelitik dalam speech tersebut adalah "apa sih ujungnya duit bagi anda


Dari pertanyaan tersebut, bagaimana kalau pertanyaan tersebut diganti menjadi "apa sih ujungnya cadangan pensiun bagi perusahaan?"


Sebagian besar perusahaan di Indonesia memberikan manfaat pensiun sebesar manfaat yang disyaratkan oleh Undang-Undang No. 13/2003. Sayangnya tidak ada keharusan bagi perusahaan untuk mendanai kewajiban atas manfaat tersebut sehingga tidak banyak yang menyisihkan uang untuk persiapan pensiun karyawannya - hanya mengakui besaran kewajiban di neraca perusahaan. Lebih parahnya, ada perusahaan yang mengharapkan kewajiban dan beban terkait selalu kecil atau setidaknya tidak naik dari tahun sebelumnya. Artinya perusahaan mungkin tidak mencadangkan manfaat pensiun karyawan dengan besaran yang benar.


Terlepas dari perusahaan melakukan pendanaan atau tidak, ujung cadangan pensiun bagi perusahaan adalah perusahaan tidak kaget ketika harus membayar uang pensiun yang besarannya dapat signifikan pada waktunya. Tidak hanya karyawan secara pribadi yang harus mempersiapkan dana untuk masa pensiunnya, perusahaan juga harus siap dengan dana ketika karyawan pensiun.


Kalau kita analogikan perusahaan sebagai seorang karyawan yang memiliki rencana untuk membeli mobil 5 tahun dari sekarang maka karyawan tersebut akan menghitung berapa yang harus tabung setiap tahunnya (atau setiap bulannya). Di setiap akhir tahun, karyawan tersebut akan review berapa yang sudah terkumpul dan apakah besar tabungan per bulan masih dapat membeli mobil 5 tahun lagi - ingat, harga mobil mungkin naik lebih tinggi dari perkiraan kita. Yang berbeda adalah karyawan tersebut bisa menunda rencananya untuk membeli mobil tersebut jika ternyata tabungannya tidak cukup. Tetapi apakah perusahaan dapat menunda pembayaran manfaat pensiun seorang karyawan karena perusahaan tidak memiliki dana untuk membayar?


It's more than an actuarial valuation. Let's act!

20 views

© 2020 by Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan