insights.


Ketika kita berbicara tentang PSAK 74 dan semua tantangannya, sebenarnya yang kita bicarakan adalah mengenai General Measurement Model (GMM). Dengan semua perhatian yang tertuju pada Building Blocks, Contractual Service Margin (CSM) dan coverage units, sepertinya PAA diabaikan atau bahkan tidak dianggap sebagai pilihan yang layak.


Apa itu PAA?

PAA adalah penyederhanaan dari GMM. PAA mengikuti prinsip dari GMM dalam hal pengelompokan (grouping), pengakuan pendapatan yang ditunda dan lain sebagainya, namun membolehkan pendekatan pengukuran yang lebih mendasar. Utamanya, PAA membolehkan entitas untuk mengukur besaran terkait sisa periode jasa (remaining service) dengan mengalokasikan premi selama periode pertanggungan.


PAA tidak hanya merupakan model yang lebih sederhana untuk pengukuran liabilitas dan pengakuan pendapatan, tetapi PAA juga mirip dengan metode yang digunakan oleh industri saat ini berdasarkan PSAK 62. Jadi, untuk perusahaan yang memilih untuk menerapkan PAA, maka perubahan metodologi dan model akan menjadi kurang signifikan dibandingkan dengan perusahaan yang menerapkan GMM.


Penyebab banyak perusahaan yang memiliki polis jangka panjang tidak mempertimbangkan dengan serius penggunaan PAA adalah karena adanya kriteria kelayakan yang bersifat ketat yang ditetapkan pada paragraf 53 dalam PSAK 74:


"Entitas dapat menyederhanakan pengukuran kelompok kontrak asuransi dengan menggunakan premium allocation approach… jika, dan hanya jika, pada saat insepsi kelompok:

a) Entitas secara wajar memperkirakan bahwa penyederhanaan tersebut akan menghasilkan pengukuran liabilitas sisa masa pertanggungan yang tidak berbeda material dari pengukuran bila menerapkan persyaratan (untuk GMM) atau

b) Periode pertanggungan setiap kontrak dalam kelompok adalah satu tahun atau kurang"


Apakah kriteria tersebut restriktif seperti kelihatannya?


Jangka waktu pertanggungan satu tahun atau kurang

Periode pertanggungan adalah periode dimana entitas menyediakan pertanggungan atas risiko yang diasuransikan. Periode ini mencakup pertanggungan yang berkaitan dengan seluruh premi dalam batasan kontrak asuransi. PSAK 74 mendefinisikan batasan kontrak asuransi pada paragraf 34 dalam PSAK 74:


"Arus kas berada dalam batasan dari sebuah kontrak asuransi jika arus kas tersebut timbul dari hak dan kewajiban substantif yang ada selama periode pelaporan pada saat entitas dapat memaksa pemegang polis untuk membayar premi, atau pada saat entitas memiliki kewajiban substantif untuk menyediakan jasa kepada pemegang polis… Kewajiban substantif untuk menyediakan jasa berakhir ketika:

  1. entitas memiliki kemampuan praktis untuk menilai kembali risiko atas pemegang polis tertentu dan, sebagai hasilnya, dapat menetapkan harga atau tingkat manfaat yang secara penuh merefleksikan risiko tersebut; atau

  2. kedua kriteria berikut terpenuhi:

i) entitas memiliki kemampuan praktis untuk menilai kembali risiko atas portofolio kontrak asuransi yang mengandung kontrak tersebut dan, sebagai hasilnya, dapat menetapkan harga atau tingkat manfaat yang secara penuh merefleksikan risiko dari portofolio tersebut; dan ii) penentuan harga premi untuk pertanggungan sampai pada tanggal ketika risiko dinilai kembali tidak memperhitungkan risiko yang terkait dengan periode setelah tanggal penilaian kembali."


Definisi ini tampaknya untuk menyatakan bahwa setiap kemungkinan arus kas masa depan berada di dalam batasan kontrak, kecuali entitas dapat memenuhi kriteria yang tinggi untuk dikecualikan. Namun, jika kontrak asuransi menyatakan bahwa penanggung memiliki hak untuk mengubah harga atau bahkan membatalkan kontrak dengan katakanlah selama 30 hari pemberitahuan, periode pertanggungan mungkin berada dalam batasan satu tahun yang diperbolehkan oleh PAA. Jadi, meskipun kontrak asuransi jangka panjang memiliki kemungkinan untuk memenuhi syarat untuk PAA tanpa harus membuktikan kesamaan dengan GMM.


Tidak berbeda secara material dari GMM

Definisi material dalam hal ini perlu didefinisikan oleh perusahaan asuransi, tetapi jika tiga kondisi berikut dipenuhi maka perusahaan asuransi mungkin dapat menerapkan PAA bahkan jika periode pertanggungan dari kontrak yang dipertimbangkan lebih dari satu tahun:

  1. Premi masa depan cukup untuk menanggung klaim dan biaya masa depan ketika terjadi tanpa adanya perbedaan waktu (premi yang dibayarkan pada bulan tertentu sepenuhnya menanggung ekspektasi klaim dan biaya yang berkaitan dengan bulan tersebut).

  2. Penyisihan untuk penyesuaian risiko (risk adjustment) dalam premi cukup untuk menutupi selisih antara estimasi arus kas terbaik dan arus kas yang telah disesuaikan untuk tiap periode pelaporan. Untuk dapat membuktikan hal ini, metodologi yang digunakan untuk menghitung penyesuaian risiko perlu dipertimbangkan secara cermat. Misalnya, jika penyesuaian risiko dilakukan dengan menambahkan marjin terhadap premi yang dibebankan maka ini relatif mudah untuk memastikan bahwa penyesuaian risiko diperbolehkan dalam premi berjalan dengan tingkat risiko yang sama dalam portofolio.

  3. Coverage units yang dipilih berdasarkan GMM memastikan bahwa profit diakui sejalan dengan profit dalam tarif pada tiap premi.

Latihan dalam bentuk spreadsheet sederhana menunjukkan bahwa jika kondisi ini terpenuhi maka liabilitas sisa masa asuransi (liability for remaining coverage) dalam GMM dan PAA sangat mirip. Asumsi ini tidak selalu realistis, namun terdapat kemungkinan terpenuhi untuk beberapa produk, seperti kontrak asuransi tertentu dengan peningkatan premi.


Pertimbangan lainnya

Bahkan jika kondisi yang disebutkan di atas berlaku dan liabilitas untuk sisa masa asuransi menghasilkan hasil yang mirip atas dua pendekatan, ini juga perlu mempertimbangkan variabilitas dalam arus kas pemenuhan. Paragraf 54 dalam PSAK 74 menyebutkan:


"Kriteria dalam paragraf 53(a) tidak terpenuhi jika pada saat insepsi kelompok, entitas mengharapkan variabilitas yang signifikan dalam arus kas pemenuhan yang akan berdampak pada pengukuran liabilitas sisa masa pertanggungan selama periode sebelum klaim terjadi. Variabilitas dalam arus kas pemenuhan meningkat, dengan, misalnya:


a. sejauh mana arus kas masa depan terkait dengan derivatif yang melekat dalam kontrak; dan

b. lamanya periode pertanggungan kelompok kontrak"


Hal ini akan tergantung pada perusahaan untuk memutuskan interpretasi yang tepat dari variabilitas dalam arus kas pemenuhan dan apakah akan menjadi penghalang untuk menggunakan PAA.


Selanjutnya, PAA mengasumsikan bahwa tidak ada kontrak dalam portofolio yang bersifat onerous pada saat pengakuan awal, kecuali terdapat fakta dan keadaan yang mengindikasikan sebaliknya (Paragraf 18 dalam PSAK 74). Paragraf 57 dan 58 menjelaskan bagaimana menjelaskan kasus dimana setiap saat selama masa pertanggungan, fakta dan keadaan menunjukkan bahwa sekelompok kotrak bersifat onerous. Jadi PAA tidak dirancang untuk mengukur kontrak yang bersifat onerous, tetapi perlakuannya mungkin masih serupa dengan bagaimana perusahaan asuransi saat ini memperhitungkan kontrak onerous berdasarkan PSAK 62 dan oleh karena itu PAA masih merupakan pilihan yang menarik.


Kesimpulan

Meskipun PAA sebagian besar telah diabaikan oleh perusahaan dengan polis jangka panjang, terdapat kemungkinan kasus untuk dapat menggunakannya berdasarkan beberapa penyelidikan yang relatif sederhana dan pemeriksaan yang cermat terhadap persyaratan kontrak dan kondisi – terutama jika itu berarti berpotensi menghindari pergolakan model dan sistem yang akan diperlukan berdasarkan GMM. Bagaimanapun seseorang harus juga mempertimbangkan apakah akan mematuhi dengan semangat dan bukan hanya berdasarkan kata kata dalam standar PSAK 74 – sebagai auditor seseorang pasti akan mempertimbangkan hal yang sama.


Pamela Hellig sebelumnya adalah Senior Manajer Aktuaria di MBE Consulting.

Referensi: Is the Premium Allocation Approach the IFRS 17 shortcut insurers have been looking for? - MBE Actuarial Consulting (mbeconsulting.com)


Diterjemahkan oleh Nourmalita Arifianti - Konsultan KKA GD.

Email : nourmalita.arifianti@kkagd.com


49 views0 comments

Yang dikatakan sebagai tantangan terbesar yang muncul karena penerapan PSAK 74 adalah kebutuhan datanya. Tetapi apakah ini benar?


Banyak diungkapkan bagaimana granularity/perincian data yang diperlukan untuk penerapan PSAK 74 menambah kompleksitasnya. Tetapi aktuaris dan tenaga teknis pada perusahaan asuransi telah melakukan perhitungan pada tingkat polis, atau bahkan pada tingkat manfaat, selama bertahun-tahun.


Jadi, untuk pelaporan PSAK 74, granularity/perincian data tidak selalu menjadi masalah. Terlepas dari data-data seperti locked-in rates dan data historis yang hilang yang diperlukan untuk proses transisi, Perusahaan seharusnya sudah memiliki semua data yang dibutuhkan.


Sebaliknya, orang mungkin berpendapat bahwa kompleksitas dalam penerapan PSAK 74 yang sebenarnya berasal dari proses pengelolaan data; di mana, bagaimana dan siapa saja yang terlibat dalam proses aggregation. Divisi Keuangan dan Aktuaria sekarang perlu bekerja sama lebih erat untuk memastikan bahwa data masing-masing kontrak dikelola, dikelompokkan, dan dilaporkan dengan benar.


IFRS Assess - penilaian berbasis spreadsheet yang disiapkan oleh MBE sangat berharga dalam mengungkap persyaratan data dan persyaratan perhitungan PSAK 74 dan mengidentifikasi kesenjangan dalam data dan pemahaman. Perusahaan dapat melakukan end-to-end dry run (penilaian percobaan menyeluruh) pelaporan PSAK 74 menggunakan data yang Perusahaan sudah miliki tanpa mempengaruhi operasional Perusahaan.


Kajian semacam itu dapat memberikan keyakinan bahwa penerapan PSAK 74 tidak sesulit yang kita kira dan dapat sangat membantu dalam membuat keputusan sistem yang dibutuhkan dan model yang digunakan.


Hubungi kami untuk mengetahui bagaimana IFRS Assess dapat membantu pelaporan PSAK 74 Anda.


Diterjemahkan dari artikel “Is IFRS17 really that complex?” yang ditulis oleh Andries Beukes

35 views0 comments


IFRS Assess adalah alat pemodelan dan simulasi yang membantu Perusahaan dalam memahami dampak penerapan PSAK 74 pada seluruh lini bisnis.


Fitur Utama

  • Mendukung investigasi dan proses pengambilan keputusan yang efektif dan efisien di seluruh lini bisnis yang disyaratkan oleh ketentuan PSAK 74.

  • Solusi berbasis spreadsheet fleksibel yang memungkinkan pengguna menyesuaikannya untuk fitur produk dan struktur reasuransi yang dimiliki.

  • Mendukung penetapan cakupan, desain dan perencanaan sistem-sistem yang dipengaruhi oleh penerapan PSAK 74.

  • Menunjukkan kepada pemangku kepentingan bagaimana indikator keuangan utama, seperti Laba Rugi dan Neraca, cenderung berbeda antara PSAK 62 dan PSAK 74.


Investigasi dan pengambilan keputusan

Selidiki bagaimana interpretasi yang berbeda dari prinsip PSAK 74 dapat berdampak pada berbagai komponen pelaporan. Interpretasi meliputi:

  • Pengelompokan kontrak asuransi dan reasuransi.

  • Unit pertanggungan (coverage units) dalam amortisasi CSM (unit pertanggungan dapat diatur di tingkat grup).

  • Opsi atas pendekatan untuk menghitung Penyesuaian Risiko (Risk Adjustment).

  • Penilaian atas opsi Pendekatan Nilai Wajar (Fair Value) dan Retrospektif Modifikasi (Modified Retrospective) saat menghitung dampak atas transisi dan keuntungan di masa depan.

  • Analisis terhadap opsi struktur reasuransi yang berbeda.

Manfaat

  • Memberikan informasi yang bernilai dalam melakukan penilaian dan pengambilan keputusan atas berbagai opsi dan interpretasi yang diizinkan dalam prinsip PSAK 74.

  • Memungkinkan manajemen untuk lebih proaktif dan dapat membuat keputusan strategis yang tepat menjelang implementasi PSAK 74.


Fleksibel dan dinamis

IFRS Assess mudah dipahami, digunakan, dan diperbarui:

  • IFRS Assess adalah alat berbasis Excel, dengan semua perhitungan menggunakan fungsi dasar Excel, yang transparan dan dapat diakses oleh beragam pengguna.

  • Formula dan input dapat disesuaikan untuk mengakomodasi produk dan fitur reasuransi Perusahaan.

  • Grafik keluaran dinamis dan ideal untuk laporan dan presentasi. Lokasi kontrol terpusat yang memungkinkan proses diatur dan dijalankan dengan cepat dan sederhana.

  • Tata letak dan pemformatan spreadsheet mengikuti best practice, membuat aliran data menjadi intuitif dan mudah diikuti.

Manfaat

  • Memberikan wawasan yang relevan dengan memungkinkan fitur produk dan perusahaan yang unik, seperti struktur biaya yang kompleks.

  • Memfasilitasi interaksi dan diskusi di seluruh fungsi Aktuaria dan Keuangan dengan menyajikan perhitungan dan hasil dalam format yang dapat diakses bersama.

  • Memfasilitasi pelatihan anggota tim implementasi dan edukasi kepada seluruh pemangku kepentingan.


Cakupan, desain dan perencanaan

IFRS Assess memfasilitasi aspek-aspek berikut dari penetapan cakupan, desain dan perencanaan sistem aktuaria:

  • Kebutuhan dan spesifikasi data untuk bisnis yang masih in force dan mengambil keputusan atas pendekatan secara retrospective atau modified retrospective.

  • Desain model aktuaria, termasuk pengelompokan model point dan CSM dan perhitungan komponen kerugian (loss component).

  • Metodologi untuk penetapan coverage unit, menghitung CSM dan loss component.

  • Alur permrosesan data dan desain atas proses perhitungan yang diperlukan.

  • Desain paket untuk melakukan pengujian dan melakukan validasi secara independent atas model aktuaria.

Manfaat

  • Memungkinkan penilaian atas pilihan yang tersedia sebelum membuat perubahan dengan biaya yang tinggi, dan investasi pada, sistem dan model yang ada saat ini dan yang baru.

  • Memastikan bahwa implementasi dari setiap perubahan yang diperlukan efektif, efisien dan menghindari biaya implementasi yang tidak diperlukan.

  • Mengurangi risiko proyek secara keseluruhan.


Demonstrasi profil keuntungan

Output dari IFRS Assess menunjukkan bagaimana metrik keuangan utama cenderung berbeda antara IPSAK 62 dan PSAK 74:

  • Perhitungan akurat dari P&L dan komponen Neraca berdasarkan PSAK 74 seperti pendapatan asuransi (insurance revenue) dan biaya layanan asuransi (insurance service expenses).

  • Grafik memberikan representasi visual yang komprehensif tentang bagaimana arus kas laba berdasarkan PSAK 74, arus kas laba berdasarkan PSAK 62, dan risk adjustment dirilis dari waktu ke waktu.

  • Laporan dinamis memungkinkan pengguna untuk membandingkan profil keuntungan antar produk, unit bisnis dan kelompok polis.


Manfaat

  • Memberikan kejelasan dan kepastian kepada manajemen tentang dampak berbagai keputusan terhadap Neraca dan Laporan Laba Rugi berdasarkan PSAK 74.

  • Berfungsi sebagai proof of concept/replicator untuk solusi pemodelan yang baru atau yang sudah ada.


Untuk detail lebih lanjut tentang IFRS Assess silahkan hubungi kami.


Diterjemahkan dari "Introducing IFRS Assess - Simplifying IFRS 17 implementation"

https://mbeconsulting.com/introducing-ifrs-assess-ifrs-17-implementation/

184 views0 comments